Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Painting Knowledge’ Category

´╗┐Impresionisme adalah sebuah aliran yang berusaha menampilkan kesan-kesan pencayaan yang kuat, dengan penekanan pada tampilan warna dan bukan bentuk. Namun kalangan akademisi ada yang justru menampilkan kesan garis yang kuat dalam impresionisme ini.

Saya mencoba melukis untuk pertama kalinya aliran impresionisme ini, dengan mengambil object lapangan golf yang ada di sangatta dan mencapture pemainnya. Perkuatan kesan arah asal cahaya pada langit saya lakukan dengan perubahan warna dari putih, kuning, biru muda, dan biru tua. Sedangkan pada background, antara gelap dan terang saya menampilkan warna perpaduan hijau, hijau muda, kuning, biru dan merah untuk sisi kanan yang tidak terkena cahaya. Kolam yang memang biasa hadir di lapangan goft saya gambarkan sebagai refleksi warna langit dengan dinding tanah masih belum tertumbuhi oleh rumput.

Pemain golf sebagai point of interest (POI) dalam framing lukisan ini saya gambarkan dengan pencahayaan kuat dari sisi kanan dan lekuk garis pakaian yang kuat ….

semoga bisa saling belajar dan bisa dinikmati … let’s belajar painting …golfer

Advertisements

Read Full Post »

Setelah tahap pertama melemaskan tangan, geliat rekan-rekan Sangatta Painting Club masuk pada teori seni lukis dan pencahayaan serta arsir, lalu pertemuan ke 3 fokus pada pengenalan warna, cat minyak, karakter minyak, kanvas, dan berlatih melakukan pencampuran warna langsung di atas kanvas.

Point penting atau target pada tahap ini peserta kelas mengenal untuk pertama kalinya kanvas, pertama memegang kuas, dan pertama mengenal cat minyak serta komposisi mencampur catnya. Fokus pada tahap ketiga ini adalah membuat gradasi dari warna yang berbeda-beda di atas kanvas sehingga tidak ditemukannya garis tegas perubahan antar warna tersebut.

Tantangan paling banyak dari peserta yaitu selama ini mereka hanya mengenal cat air, sehingga dipastikan 100% untuk tahap ini pasti kesulitan komposisi antara jumlah minyak dan jumlah cat, sehingga terjadi di awal goresan akan kebanyakan minyak (minyak dianggap seperti air) yang ditandai dengan nampaknya warna kanvas dari bekas goresan kuasnya.

Dengan media kanvas kecil, praktek langsung mencampur warna serta gradasi ini merupakan langkah tepat sebelum seorang pelukis mulai melukis untuk pertama kali dalam hidupnya.

“Tiada yang tidak bisa dalam hidup ini, yang ada hanyalah malas untuk belajar dan enggan untuk berlatih”, by didik fotunadi

Read Full Post »

Horse PowerPada umumnya, sejauh pengetahuan penulis, madzad senirupa ada 2: Eropa dan Amerika. Madzab Eropa mensyaratkan semua pemula berangkat dari titik lukis naturalism. Dimana dalam aliran naturalism ini cahaya, bentuk, dan warna menjadi prasyarat utama yang dibarengi dengan perspective elemen. Dalam perkembangannya, si pelukis akan terus melatih diri dan mengembangkan rasa sehingga sentuhannya akan menyebar dalam berbagai kemungkinan gaya atau aliran lukisan. Ada yang nyaman dengan tetap naturalism atau ada yang mengalami pergeseran ke aliran lain. Dalam madzab eropa tidak ditemui “tiba2 dangdut” atau maksudnya “mendadak abstrat” tanpa melalui proses naturalism yang matang.

Berikut sebagian aliran-aliran seni lukis yang berkembang dewasa ini:

  1. Naturalism = Menangkap object keindahan alam sekitar, termasuk seni lukis tradisional
  2. Ekspresionism = Sebuah lukisan ungkapan hati baik dilihat dari cara melukisnya, menyederhanakan garis2
  3. Abstract = Sebuah lukisan yang meninggalkan bentuk-bentuk umum, lebih berorientasi pada symbol-symbol serta perpaduan warna 
  4. Impresionism (Van Gogh) = Sebuah gaya melukis dengan menekankan pada kesan pencahayaan dan warna yang kuat, sementara bentuk tidak menjadi prioritas
  5. Realism = Mencoba menangkap object apa adanya
  6. Surialism = Sebuah lukisan realism atau naturalism namun merupakan daya khayal dan sesuatu yang kadang tidak mungkin, atau sebuah mimpi
  7. Cubism = Sebuah gaya melukis dengan menekankan pada bentuk2 simetri dan keluar dari aturan2 realism dan naturalism
  8. Minimalism = Sebuah gaya melukis dengan semakin meninggalkan realitas atau wujud
  9. Formalism = Sebuah gaya yang membebaskan kanvas dari beban, membiarkan tanpa detil, lukisan tanpa pesan
  10. Representasional = Sebuah gaya melukis dengan mengekplore potret atau tubuh sendiri

Selamat melukis … terus kembangkan jiwa seni anda …

“Seniman tidak ditentukan apakah ia lulusan senirupa atau jurusan seni lainnya, namun lebih ditentukan hasil karya dan kekonsistenan dalam mengembangkan serta bergelut dalam dunia seni itu sendiri”, by didik fotunadi

Read Full Post »