Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2008

Rohman Yuliawan

Kata ‘mural’ boleh jadi belum akrab bagi telinga kita di Sorowako. Berbeda halnya dengan ‘moral’, yang lebih sering kita dengar. Meski keduanya hanya dibedakan oleh bunyi satu huruf vokal, artinya sangat berlainan. Moral mengacu pada nilai dalam kaitan dengan benar-salah, sedangkan mural adalah sebentuk ekspresi seni rupa.

Mural berasal dari kata ‘murus’, kata dari Bahasa Latin yang memiliki arti dinding. Dalam pengertian kontemporer, mural adalah lukisan berukuran besar yang dibuat pada dinding (interior ataupun eksterior), langit-langit, atau bidang datar lainnya. Akar muasal mural dimulai jauh sebelum peradaban modern, bahkan diduga sejak 30.000 tahun sebelum Masehi. Sejumlah gambar prasejarah pada dinding gua di Altamira, Spanyol, dan Lascaux, Prancis, yang melukiskan aksi-aksi berburu, meramu, dan aktivitas relijius, kerapkali disebut sebagai bentuk mural generasi pertama.

Pencitraan serupa ternyata ditemukan pula di Indonesia. Sejumlah gua kapur di Maros dan dinding-dinding kapur di Kolonodale, Sulawesi Tengah juga menyimpan gambar dinding dari masa prasejarah. Termasuk dalam mural generasi pertama antara lain imaji-imaji pada dinding piramid di Mesir, bangunan-bangunan pada masa Romawi, Yunani, Maya, juga tempat-tempat pemujaan di India dan Tibet. (more…)

Read Full Post »