Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘shanti yani’

Alhamdulillah, akhirnya pameran dengan tema “Cerita Alam dan Perjalanan” usai sudah, pameran yang digelar Sabtu-Minggu, 8-9 Januari 2011 di GOR BPSB Sangatta tersebut berlangsung sukses.  Pameran ini merupakan kerja bareng para penghobi melukis yang tergabung dalam wadah SPC – Sangatta Painting Clun, penghobi foto dalam wadah KCC – KPC Click Club, penghobi sepeda pancal, penghobi kriya, outbound BPUPTK KPC, Perkumpulan penulis dalam lingkar pena cabang Sangatta, dan pengrajin koran bekas ….

Acara yang dibuka oleh Manager External KPC Pak Wijayanto dan Ketua Panitia Candra tersebut mendapat sambutan meriah dari masyarakat, acara live painting, hunting foto, tampilan musik, diskusi film, lomba menggambar anak, workshop melukis anak untuk orangtua / guru yang disampaikan oleh DR. Pindi Setiawan – Dosen Senirupa ITB, diskusi film dokumenter dengan Bung Hamdan dari MNC TV, cerita perjalanan oleh Mas Santoso (ketua backpackers Indonesia, lelang lukisan, dan ditutup dengan performance Nugie …

Dalam pameran ini, SPC menampilkan 29 lukisan, hasil kerja keras dalam 3 bulan terakhir … SPC juga merangkul pelukis profesional dari Balikpapan – Cadio Tarompo dan Joey Borneo dimana pelukis tamu memamerkan 9 lukisan termasuk dari pelukis Mike Turusi, Zulkarnain, dan Zaenal Beta …

Target SPC tercapai, yaitu belajar melukis bersama, melukis bersama, dan memamerkan lukisan bersama … serta sukses sebab dalam pameran ini sukses diapresiasi 9 lukisan ukuran besar dan tak terhitung sketsa foto wajah langsung …

Visa SPC. Seni adalah cerdas …

Read Full Post »

Duka ….Selalu saja mengikuti ayun langkah negeriku …..

Bencana ….. Selalu saja susul menyusul tak lekang dalam derap waktu …

Nestapa …. Selalu terdengar menjerit dan merintih di sudut-sudut pilu….

Murka ….Beringas baru yang menyelimuti wajah rakyatku …

Korupsi …. Mungkinkah ini budaya sebenarnya bangsaku?

Doa ….Hanya itu yang bisa kulakukan untukmu …

Pray for indonesia … untuk indonesia yang lebih baik ..

Oil painting on canvas, 80 cm x 60 cm

Read Full Post »

Impresionisme adalah sebuah aliran yang berusaha menampilkan kesan-kesan pencayaan yang kuat, dengan penekanan pada tampilan warna dan bukan bentuk. Namun kalangan akademisi ada yang justru menampilkan kesan garis yang kuat dalam impresionisme ini.

Saya mencoba melukis untuk pertama kalinya aliran impresionisme ini, dengan mengambil object lapangan golf yang ada di sangatta dan mencapture pemainnya. Perkuatan kesan arah asal cahaya pada langit saya lakukan dengan perubahan warna dari putih, kuning, biru muda, dan biru tua. Sedangkan pada background, antara gelap dan terang saya menampilkan warna perpaduan hijau, hijau muda, kuning, biru dan merah untuk sisi kanan yang tidak terkena cahaya. Kolam yang memang biasa hadir di lapangan goft saya gambarkan sebagai refleksi warna langit dengan dinding tanah masih belum tertumbuhi oleh rumput.

Pemain golf sebagai point of interest (POI) dalam framing lukisan ini saya gambarkan dengan pencahayaan kuat dari sisi kanan dan lekuk garis pakaian yang kuat ….

semoga bisa saling belajar dan bisa dinikmati … let’s belajar painting …golfer

Read Full Post »

Sabtu, 5 November 2010 at 16.15.  Akhirnya aku selesaikan sebuah lukisan pertamaku sejak pindah ke Sangatta. Kalau dalam 10 bulan sebelumnya, aku fokus pada menulis … bulan ke 11 ini SPC Sangatta mulai menggeliat, atmosphere untuk melukis mulai mengembang di kota Batubara ini

Kalau membaca judul, lalu melihat thumbnail hasil lukisan, maka aku yakin pikiran teman-teman segera berkonotasi bahwa perempuan perampok hati, jatuh hati, cinta tak tersampai, cinta berkeping, dan tak jauh dari itu …….

Sebenarnya lukisan wajah perempuan tersebut hanya sebuah perlambang ….. untuk berdiskusi dari hati ke hati … let’s menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut …siapakah perampok terkejam di dunia ini? Siapakah perampok yang tak mungkin kita hindari itu? Siapakah yang paling takut terhadap perampok tak berperikemanusiaan itu?

Uang? Harta? Jabatan? … semua itu kalaupun tercuri atau terampok, masih bisa kita kembalikan …

Perampok terkejam dalam benakku sebenarnya adalah “Sang Waktu”, semua dari kita tiada yang mampu sembunyi dari tindak rampokannya .. menit ke menit terus menerus selama 24 jam kita dirampoknya, tanpa berkutik, tanpa mampu mengembalikannya …. Dan sang waktulah hal yang paling ditakuti perempuan … ketakutan menit demi menitnya … membuatnya gelisah yang sangat …. kegelisahan akan “menjadi tua” …. ketakutan masa muda yang terus dirampoknya gurat demi gurat …. ketika waktulah akhirnya yang membuat kemudaannya mengelupas satu persatu …

Dalam proses perenunganku, akhirnya kusimpulkan bahwa kalau kita melihat seorang perempuan, maka kita seolah melihat bagaimana sang waktu bekerja …

Kritik dan saran are wellcome ……

Read Full Post »

Setelah tahap pertama melemaskan tangan, geliat rekan-rekan Sangatta Painting Club masuk pada teori seni lukis dan pencahayaan serta arsir, lalu pertemuan ke 3 fokus pada pengenalan warna, cat minyak, karakter minyak, kanvas, dan berlatih melakukan pencampuran warna langsung di atas kanvas.

Point penting atau target pada tahap ini peserta kelas mengenal untuk pertama kalinya kanvas, pertama memegang kuas, dan pertama mengenal cat minyak serta komposisi mencampur catnya. Fokus pada tahap ketiga ini adalah membuat gradasi dari warna yang berbeda-beda di atas kanvas sehingga tidak ditemukannya garis tegas perubahan antar warna tersebut.

Tantangan paling banyak dari peserta yaitu selama ini mereka hanya mengenal cat air, sehingga dipastikan 100% untuk tahap ini pasti kesulitan komposisi antara jumlah minyak dan jumlah cat, sehingga terjadi di awal goresan akan kebanyakan minyak (minyak dianggap seperti air) yang ditandai dengan nampaknya warna kanvas dari bekas goresan kuasnya.

Dengan media kanvas kecil, praktek langsung mencampur warna serta gradasi ini merupakan langkah tepat sebelum seorang pelukis mulai melukis untuk pertama kali dalam hidupnya.

“Tiada yang tidak bisa dalam hidup ini, yang ada hanyalah malas untuk belajar dan enggan untuk berlatih”, by didik fotunadi

Read Full Post »

Horse PowerPada umumnya, sejauh pengetahuan penulis, madzad senirupa ada 2: Eropa dan Amerika. Madzab Eropa mensyaratkan semua pemula berangkat dari titik lukis naturalism. Dimana dalam aliran naturalism ini cahaya, bentuk, dan warna menjadi prasyarat utama yang dibarengi dengan perspective elemen. Dalam perkembangannya, si pelukis akan terus melatih diri dan mengembangkan rasa sehingga sentuhannya akan menyebar dalam berbagai kemungkinan gaya atau aliran lukisan. Ada yang nyaman dengan tetap naturalism atau ada yang mengalami pergeseran ke aliran lain. Dalam madzab eropa tidak ditemui “tiba2 dangdut” atau maksudnya “mendadak abstrat” tanpa melalui proses naturalism yang matang.

Berikut sebagian aliran-aliran seni lukis yang berkembang dewasa ini:

  1. Naturalism = Menangkap object keindahan alam sekitar, termasuk seni lukis tradisional
  2. Ekspresionism = Sebuah lukisan ungkapan hati baik dilihat dari cara melukisnya, menyederhanakan garis2
  3. Abstract = Sebuah lukisan yang meninggalkan bentuk-bentuk umum, lebih berorientasi pada symbol-symbol serta perpaduan warna 
  4. Impresionism (Van Gogh) = Sebuah gaya melukis dengan menekankan pada kesan pencahayaan dan warna yang kuat, sementara bentuk tidak menjadi prioritas
  5. Realism = Mencoba menangkap object apa adanya
  6. Surialism = Sebuah lukisan realism atau naturalism namun merupakan daya khayal dan sesuatu yang kadang tidak mungkin, atau sebuah mimpi
  7. Cubism = Sebuah gaya melukis dengan menekankan pada bentuk2 simetri dan keluar dari aturan2 realism dan naturalism
  8. Minimalism = Sebuah gaya melukis dengan semakin meninggalkan realitas atau wujud
  9. Formalism = Sebuah gaya yang membebaskan kanvas dari beban, membiarkan tanpa detil, lukisan tanpa pesan
  10. Representasional = Sebuah gaya melukis dengan mengekplore potret atau tubuh sendiri

Selamat melukis … terus kembangkan jiwa seni anda …

“Seniman tidak ditentukan apakah ia lulusan senirupa atau jurusan seni lainnya, namun lebih ditentukan hasil karya dan kekonsistenan dalam mengembangkan serta bergelut dalam dunia seni itu sendiri”, by didik fotunadi

Read Full Post »

pisang1

Pisang raja: Rp 5000,- (di daeng penjual sayur keliling)

Yup! Sebelum habis dimakan, kenapa tidak kita lukis saja? sulit? Tentu saja hal ini lebih sulit dilakukan dibandingkan melukis objek dari gambar/foto (seperti yang saya lakukan selama ini). Kegiatan semacam ini itung-itung menantang diri keluar dari ‘comfort zone’, sebab kita tidak melukis ‘objek jadi’ seperti yang ditawarkan gambar/foto yang telah menyediakan objek 2 dimensi (yang menurut saya jauh lebih mudah untuk dilukis).

Ow ya, kali ini saya menggunakan cat acrylic dan kuas halus (sekali lagi, ini tantangan untuk keluar dari comfort zone) (more…)

Read Full Post »