Rohman Yuliawan
Apanya yang asyik? Duduk diam-diam, melempar pandang atau melirik ke obyek yang sama berulangkali, menggoreskan pena, pensil, atau cat air di atas kertas, melirik obyek lagi, menggores lagi, tetap duduk diam-diam. Apa asyiknya?
Begini nih…yang pertama, sket mengantar kita ke pengalaman kanak-kanak. Lho? Iya, karena saat membuat sket, kita memaksa diri kita untuk mengamati, memperhatikan, [...]
Archive for the ‘Uncategorized’ Category
Asyiknya Belajar Nyeket…
Posted in Uncategorized on May 15, 2009 | 2 Comments »
Pensil “Tua”
Posted in Uncategorized on May 13, 2009 | 4 Comments »
Haris Pratmoko
“Tua”……….. , jika mendengar sekilas tentang kalimat itu, seakan kita kembali terbawa kembali pada jaman dulu, atau terpikir dibenak kita pada seseorang yang telah tua renta, yang tersirat didalamnya penuh dengan pengalaman masa lalu.
Berangkat dari filosofi itu, point disini yang ingin saya sampaikan adalah Seni yang menggunakan material Pensil yang kemudian menghasilkan suatu [...]
Kisah Calon Pengantin Bugis yang “Keberatan Bando”
Posted in Uncategorized on May 11, 2009 | 7 Comments »
Shanti Yani
Saya masih ingat bagaimana rasanya menjadi pengantin ala Bugis (07-06-2003). Senang juga rasanya, sebab di era yang sangat modern ini keluarga besar kami tidak takut dibilang ketinggalan jaman! Keluarga besar kami tidak latah untuk menggelar pesta yang kebarat-baratan, seperti menggelar pesta kebun dengan undangan yang sangat terbatas, memakai tema Eropa (baik dekorasi maupun kostum [...]
Mengenalkan Mural ke Sorowako
Posted in Uncategorized on July 21, 2008 | 9 Comments »
Rohman Yuliawan
Kata ‘mural’ boleh jadi belum akrab bagi telinga kita di Sorowako. Berbeda halnya dengan ‘moral’, yang lebih sering kita dengar. Meski keduanya hanya dibedakan oleh bunyi satu huruf vokal, artinya sangat berlainan. Moral mengacu pada nilai dalam kaitan dengan benar-salah, sedangkan mural adalah sebentuk ekspresi seni rupa.
Mural berasal dari kata ‘murus’, kata dari Bahasa [...]
Seni Rupa di Makassar: Labirin Masalah
Posted in Uncategorized on May 29, 2008 | 5 Comments »
Oleh: Halim HD
(Tulisan asli terdapat di sini)
Banyak kalangan perupa di Makassar dan daerah sekitarnya di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), termasuk juga diantaranya kalangan perupa dan pengamat dari luar wilayah itu bertanya: kenapa kehidupan senirupa di Makassar dan Sulsel tidak pernah dibicarakan, dan kenapa gaung kehidupan senirupanya tak pernah kalau tidak ingin dikatakan disinggung oleh kalangan [...]







