
Pisang raja: Rp 5000,- (di daeng penjual sayur keliling)
Yup! Sebelum habis dimakan, kenapa tidak kita lukis saja? sulit? Tentu saja hal ini lebih sulit dilakukan dibandingkan melukis objek dari gambar/foto (seperti yang saya lakukan selama ini). Kegiatan semacam ini itung-itung menantang diri keluar dari ‘comfort zone’, sebab kita tidak melukis ‘objek jadi’ seperti yang ditawarkan gambar/foto yang telah menyediakan objek 2 dimensi (yang menurut saya jauh lebih mudah untuk dilukis).
Ow ya, kali ini saya menggunakan cat acrylic dan kuas halus (sekali lagi, ini tantangan untuk keluar dari comfort zone)

cat acrylic: Rp 33.000,- (beli di Toko Agung, Mks)

kuas halus: Rp 6.400 (beli di Toko Agung, Mks)
Here were the steps…

Setelah sketsa jadi, warnai buah pisang dengan warna dasar lemon yellow

Setelah itu mulai tambahkan shading pada buah pisang: yellow ochre, burnt sienna, dan burnt umber. Pada bagian batang gunakan warna emerald green dan vermillion

intermezzo: tampilan kuas diatas memang cute dan murah, sayangnya bulunya berguguran :(

Kita kembali ke lukisan, nah kali ini mewarnai kulit bagian dalam menggunakan campuran warna burnt umber, lemon yellow, dan titanium white

Sekarang konsentrasi di batang (terus terang, bagian ini yang paling sulit!). warna yang digunakan burnt umber, viridian, dan titanium white

intermezzo: inilah enaknya melukis buah asli, bisa langsung dimakan kalau tiba-tiba terserang lapar :)

Tambahkan warna black untuk bagian pisang yang kehitaman dan juga bayangannya. warna emerald green dan viridian untuk latar belakangnya

Jangan lupa, bubuhkan tanda tangan sebagai finishing touchnya. (bukannya narsis, tapi tanda tangannya dibuat besar sekedar untuk mengimbangi gambar objek yang letaknya agak di kanan atas) :D
Pisang Raja pun siap dinikmati!
(resource: shantiyani.blogspot.com)








Weh,…weh,…weh…..
Jadi ngiler nih liat pisang……hehhhe……
Mmmmm……yummmy…..
Mau dunk kolaknya :-). Salam kenal dari Blogger Wowondula.
dimana di beli itu kolak pisangnya kak yuni,keluar bebe eloku mau makan i bah…….mangideng…mangideng…..ha…ha…..
ta’gendong kolak pisangnya
mengideng pisang? wah, evolusi-mu belum tuntas itu Ban…hahaha
#kang Yudiono, kalo dollar tlah terkumpul, ada baiknya melirik investasi di bidang seni. Nggak usah jauh-jauh ke Jogja, jakarta, pa bandung, di Sorowako saja ada banyak lukisan bermutu lho…uhuk!